Merajut Keberagaman dari Pancasila: Kepala BPSDM Hukum Tekankan Harmoni sebagai Fondasi Perdamaian Dunia

WhatsApp Image 2026 05 29 at 20.25.58

Depok — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, membuka kegiatan Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BPSDM Hukum dan Institut Leimena dengan mengangkat tema “Merajut Keberagaman: Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa”(29/5).

Webinar internasional ini turut menghadirkan Wakil Menteri Hukum, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., sebagai pembicara kunci. Selain itu, sejumlah tokoh dan akademisi internasional juga hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof. Brett G. Scharffs, Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Prof. Katherine Marshall, serta Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A.

Dalam sambutannya, Gusti Ayu menegaskan bahwa tema Hari Lahir Pancasila tahun ini memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Menurutnya, tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” selaras dengan semangat webinar yang menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini mengusung tema nasional yang sangat mendalam dan visioner, yaitu ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Tema nasional ini sangat selaras dan mengejawantahkan esensi dari pilihan tema webinar kita pada malam hari ini, yaitu ‘Merajut Keberagaman: Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa’,” ujar Gusti Ayu.

Ia menjelaskan, Indonesia tidak akan mampu berkontribusi membangun perdamaian dunia apabila belum berhasil menjaga harmoni di dalam negerinya sendiri. Karena itu, keberhasilan bangsa Indonesia dalam merawat keberagaman dinilai menjadi modal penting sekaligus contoh bagi dunia internasional.

“Kita tidak akan pernah bisa berdiri tegak menyumbangkan bangunan fondasi perdamaian dunia jika kita belum selesai dengan kokoh dalam merajut keberagaman di dalam rumah kita sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Gusti Ayu menegaskan bahwa Pancasila telah lama menjadi perekat bangsa Indonesia. Nilai-nilai toleransi tersebut, menurutnya, bahkan telah hidup sejak era Kerajaan Majapahit dan tercermin dalam Kakawin Sutasoma karya Empu Tantular yang melahirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut dia, keberagaman yang dimiliki Indonesia bukanlah ancaman, melainkan kekuatan besar yang harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Keragaman Indonesia bukanlah suatu ancaman, melainkan suatu kekuatan bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.

Kolaborasi antara BPSDM Hukum dan Institut Leimena dalam penyelenggaraan webinar ini diharapkan dapat memperkuat literasi keagamaan lintas budaya serta menumbuhkan semangat dialog, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Melalui webinar ini, BPSDM Hukum berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam membangun perdamaian dunia.
WhatsApp Image 2026 05 29 at 19.32.10


Cetak   E-mail