
Depok, 13 April 2026 — Apel pagi bersama pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan Badan Strategi Kebijakan (BSK) Hukum Kementerian Hukum berlangsung di Lapangan Merah Kampus Pengayoman Pancasila BPSDM Hukum, Senin (13/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala Pusat Pelatihan Fungsional dan diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, jajaran Politeknik Pengayoman Indonesia, widyaiswara, peserta pelatihan, serta seluruh pegawai di lingkungan BPSDM Hukum dan BSK Hukum.

Dalam amanatnya, Plt. Kepala Pusat Pelatihan Fungsional mengajak seluruh peserta apel untuk senantiasa mensyukuri amanah sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, status sebagai ASN merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab melalui dedikasi, integritas, dan disiplin kerja yang konsisten.
Ia menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang kembali dilakukan pemerintah, seluruh unit kerja harus mampu menjaga kualitas capaian kinerja. Setiap program dan kegiatan perlu disesuaikan secara cermat tanpa mengurangi target output yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.
Efisiensi tersebut, lanjutnya, berdampak pada sejumlah aspek teknis kegiatan, termasuk dukungan konsumsi dan pelaksanaan pelatihan. Namun demikian, ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan maupun hasil kerja organisasi.
Selain itu, ia juga menyoroti implementasi kebijakan work from home (WFH) yang kembali diberlakukan dengan pendekatan lebih terukur. Seluruh pegawai diminta tetap menunjukkan profesionalisme, menjaga disiplin waktu, serta membangun komunikasi kerja yang efektif selama bekerja dari rumah.
Menurutnya, tantangan utama birokrasi saat ini adalah kemampuan seluruh SDM untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan kebijakan dan ekspektasi publik yang terus berkembang. Karena itu, integritas dan tanggung jawab menjadi jawaban atas berbagai sorotan masyarakat terhadap pola kerja ASN.
Menutup amanatnya, Plt. Kepala Pusat Pelatihan Fungsional menyampaikan pesan reflektif bahwa keberhasilan organisasi di tengah perubahan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi.
“Bukan siapa yang kuat, tetapi siapa yang mampu beradaptasi dengan baik, itulah pemenangnya,” ujarnya menutup apel pagi.
