Indonesia’s International Coaching Summit (IICS) 2025: Memperkuat Komunitas Coaching di Era AI, Menjaga Esensi Kemanusiaan

WhatsApp Image 2025 11 25 at 13.19.07 350ffb12

JAKARTA, 22 November 2025 – Indonesia’s International Coaching Summit (IICS) 2025, yang diselenggarakan oleh ICF Jakarta Charter Chapter, sukses digelar di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagari LAN RI, Pejompongan. Acara yang bertajuk "Coaching Forward: Empowering Minds, Elevating Futures" ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan coaching di Indonesia serta memperkuat komunitas coaching dengan memberdayakan potensi individu dan profesional.

Kegiatan ini dihadiri oleh beragam peserta, mulai dari pelatih profesional, praktisi HR, perwakilan sektor pemerintah (termasuk BPSDM Hukum Kementerian Hukum), BUMN, sektor swasta, pendidik, peneliti, hingga wirausahawan.

Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan BPSDM Hukum, Mutia Farida, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa IICS 2025 menjadi platform penting untuk mengeksplorasi bagaimana coaching dapat membawa pertumbuhan berkelanjutan melalui dialog dan strategi transformatif.

Pada tempat terpisah, Kepala Badan pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum Gusti Ayu Putu Suwardani menanggapi : "Kami mengapresiasi hasil Indonesia’s International Coaching Summit 2025. Wawasan yang diperoleh dari acara ini sangat relevan dengan kebutuhan organisasi kita saat ini, terutama dalam menghadapi dinamika birokrasi dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.”

Salah satu sorotan utama dalam IICS 2025 adalah pembahasan mendalam mengenai peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam praktik coaching. Materi terkait AI menekankan bahwa teknologi adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan efisiensi dan wawasan, namun tidak boleh menggantikan esensi hubungan manusia dalam coaching, yaitu empati, intuisi, dan koneksi otentik.

Beberapa poin kunci terkait AI yang dibahas meliputi:

  • AI sebagai Arus Utama (Main Stream): AI diidentifikasi sebagai salah satu dari tiga arus utama yang membentuk masa depan coaching (selain Wellbeing dan Productivity).
  • Memanfaatkan AI Tanpa Mengorbankan Koneksi Manusia: Konsensus yang muncul adalah bahwa AI dirancang untuk memperluas pemahaman dan kemampuan pelatih, bukan menggantikan hubungan manusia.
  • Redefinisi Potensi Manusia Melalui Perspektif Neuro-AI: Coaching yang didukung AI dapat meningkatkan sistem otak untuk kinerja dan pembelajaran yang lebih tinggi.
  • Tren dan Pertimbangan Etis: Pentingnya memastikan para pelatih memanfaatkan potensi AI secara bertanggung jawab dan etis.

Para pembicara terkemuka yang berpartisipasi dalam acara ini antara lain Dr. Muhammad Taufiq, DEA. (Kepala LAN RI), Erry Ismali, EPC (Impactful Business & Leadership Coach di ASIA COACH), Emma Sri Martini (CFO PT Pertamina (Persero)), dan beberapa pakar coaching internasional lainnya.

IICS 2025 sukses menumbuhkan budaya ketahanan dan tujuan yang didasarkan pada empati, kepemimpinan yang inklusif, dan praktik berbasis bukti, serta menjelajahi bagaimana peran coach harus berevolusi di masa depan yang didukung teknologi.
1


Cetak   E-mail