Jakarta — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Hukum menyelenggarakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani dalam pembukaan rangkaian kegiatan secara resmi di Graha Pengayoman (7/12).
Sambutan utama dibacakan oleh Ketua DWP Kementerian Hukum, Ully Nico Afinta, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan HUT meski Indonesia tengah menghadapi situasi bencana di sejumlah wilayah di Sumatera. “Semoga bertambahnya usia Dharma Wanita Persatuan menjadikan organisasi ini semakin bermanfaat bagi banyak orang, khususnya keluarga ASN Kementerian Hukum,” ujarnya.
DWP Kementerian Hukum memiliki hampir 6.000 anggota, terdiri dari 3.606 ASN wanita dan sekitar 2.400 istri ASN. Ully menyampaikan terima kasih kepada para penasehat DWP, para ketua DWP Kantor Wilayah se-Indonesia, serta seluruh panitia dan dinas yang berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-26.
Sejalan dengan tema “Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, DWP melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain Program DWP Mengajar, pemeriksaan mamografi, DWP Berbagi Peduli Bencana Sumatera dengan bantuan senilai Rp 107 juta, talkshow transformasi digital manajemen keuangan rumah tangga dan UMKM, serta bazaar UMKM anggota Kementerian Hukum.
Pada sesi talkshow, kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber, di antaranya Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President (EVP) Center of Digital BCA, yang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas digital. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah praktis seperti tidak membagikan data pribadi atau kode OTP kepada siapapun, memastikan penggunaan aplikasi resmi, mengaktifkan fitur keamanan berlapis, serta membiasakan verifikasi ulang informasi sebelum bertindak. Nathalya menyebut kebiasaan sederhana namun disiplin seperti ini dapat menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak penipuan digital.
Narasumber lainnya, Edward William, menyampaikan materi bertajuk “Menembus Batas di Dunia Digital.” Ia menekankan bahwa dalam dunia digital, “sedikit beda lebih baik daripada lebih baik saja,” karena diferensiasi jangka panjang menjadi kunci membangun keberartian dan konsep yang kuat. Edward juga menjelaskan bahwa merek yang kuat meningkatkan nilai dan daya saing seseorang atau produk dibandingkan yang tidak memiliki identitas merek. Selain itu, ia memaparkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) kini dapat dimanfaatkan untuk memproduksi materi promosi berkualitas tinggi di platform e-commerce tanpa biaya besar.
Sambutan Ketua Umum DWP, Ida Budi Gunadi Sadikin, yang turut dibacakan dalam acara ini, menegaskan kembali pentingnya peran perempuan sebagai pilar pendidikan keluarga dan pembentuk karakter generasi mendatang. Ia mendorong DWP untuk terus memperkuat pendidikan keluarga, kesehatan, ekonomi perempuan, dan nilai kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pada penutup acara, Ully Nico Afinta berharap DWP terus menjadi ruang tumbuh bagi perempuan Indonesia untuk semakin cerdas, tangguh, dan berdaya. “Semoga Dharma Wanita Persatuan senantiasa menjadi cahaya dalam keluarga dan pelita dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas,” katanya.