BPSDM Hukum Perkuat Pemahaman Role Play sebagai Instrumen Kunci Assessment Center pada Hari Kedua Workshop

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12

Bogor, 5 Desember 2025 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum melanjutkan rangkaian Workshop Pengembangan Simulasi Role Play dalam Assessment Center Tahun Anggaran 2025 dengan sesi pendalaman substansi pada hari kedua. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harris ini diikuti oleh para asesor SDM ahli utama serta tim kerja penilaian kompetensi.

Kegiatan dibuka oleh Ibu Dewi selaku moderator, sebelum memasuki sesi pemaparan materi oleh tiga narasumber: Pujo, Chandra, dan Seta. Para narasumber membahas arah kebijakan pengembangan kompetensi, prinsip objektivitas asesmen, serta pendalaman teknik dan standar role play sebagai instrumen utama assessment center.

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 1

Dalam paparannya, Pujo menjelaskan arah kebijakan pengembangan kompetensi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang memiliki 64.914 pegawai per Desember 2025. Di tengah keterbatasan sarana prasarana serta penyesuaian terhadap Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, pihaknya menargetkan pemerataan kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi seluruh pegawai pada tahun 2027.

Pujo juga menegaskan pentingnya menjaga objektivitas dalam proses asesmen, serta perlunya pembinaan menyeluruh mulai dari lapisan atas hingga bawah agar kebijakan berjalan efektif.

Chandra kemudian memaparkan perkembangan metode role play yang telah digunakan secara luas sejak era pasca Perang Dunia II. Ia menjelaskan bahwa role play merupakan simulasi situasi kerja yang memuat dinamika konflik atau hubungan antarindividu, sehingga efektif untuk menilai kompetensi manajerial, komunikasi, kepemimpinan, pengendalian emosi, dan penyelesaian konflik.

Seta menambahkan bahwa role play menjadi salah satu instrumen paling penting dalam assessment center karena mampu memunculkan perilaku nyata peserta. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan alat ukur yang valid dan reliabel, desain skenario yang realistis, serta kompetensi role player untuk menjaga naturalnya simulasi.

Melalui pemaparan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai standar teknis dan etika pelaksanaan role play sebagai instrumen penilaian kompetensi.

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 4

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 6

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 5

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 2

Dalam sesi tanya jawab, peserta menyoroti efektivitas role play multipihak, konsistensi indikator perilaku, serta pembagian peran antara unit organisasi dan BPSDM dalam pengembangan kompetensi. Narasumber menegaskan pentingnya pemetaan kebutuhan yang akurat, kehati-hatian dalam desain simulasi, dan penguatan kolaborasi antarunit untuk memastikan assessment center berjalan profesional dan objektif.

WhatsApp Image 2025 12 06 at 10.56.12 3


Cetak   E-mail