
Jakarta — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum kembali melaksanakan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional tahun 2025. Acara ini diikuti oleh sejumlah pegawai yang dilantik melalui kenaikan jenjang jabatan serta pengangkatan dalam jabatan fungsional, meliputi Analis SDM Aparatur, Asesor SDM Aparatur, Pranata Komputer, dan Psikolog Klinis.
Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat fungsional yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan fungsional merupakan bagian penting dalam birokrasi modern yang berbasis keahlian dan kompetensi. “Setiap pejabat fungsional diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang terukur, berorientasi hasil, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik serta kinerja instansi secara keseluruhan,” ujarnya.
Gusti Ayu menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru, seperti Permenpan RB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional dan Permenpan RB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja ASN. Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian kinerja kini tidak lagi hanya berbasis kegiatan harian, tetapi juga pada capaian kinerja yang mendukung sasaran organisasi dan ekspektasi pimpinan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ASN di BPSDM Hukum harus memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi. “Di era digital 5.0 ini, kita dituntut untuk beradaptasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik dan memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu peningkatan layanan publik,” tutur Gusti Ayu. Ia mendorong seluruh pegawai untuk menciptakan budaya kerja yang inovatif dan berorientasi hasil melalui kolaborasi dan transformasi digital.
Dalam kesempatan itu, Gusti Ayu juga menyoroti peran penting masing-masing jabatan fungsional. Analis dan Asesor SDM Aparatur disebut memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pengelolaan dan penempatan pegawai yang tepat sesuai kompetensi. Sementara Pranata Komputer diharapkan menjadi garda depan dalam mendukung transformasi digital, dan Psikolog Klinis berperan strategis dalam menjaga kesehatan mental pegawai guna meningkatkan produktivitas kerja.
Sebagai Kampus Pengayoman Pancasila, lanjutnya, BPSDM Hukum memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh insan Pengayoman. Ia menegaskan bahwa ASN yang berkarakter Pancasila harus bekerja tidak hanya berdasarkan aturan, tetapi juga berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan toleransi. “Melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pendidikan, dan pelatihan, kami berkomitmen melahirkan ASN berintegritas tinggi dan berjiwa pengabdian,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Gusti Ayu mengajak seluruh pejabat fungsional yang baru dilantik untuk menjadikan momentum ini sebagai motivasi memperkuat komitmen dan tanggung jawab dalam mengemban amanah. “Mari kita bangun organisasi ini menjadi lebih baik, transparan, dan akuntabel. Melalui integritas dan profesionalisme, kita wujudkan birokrasi yang berorientasi pada hasil nyata,” pungkasnya.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh para pimpinan tinggi pratama, pejabat fungsional ahli utama, rohaniawan, serta pejabat manajerial dan non-manajerial di lingkungan BPSDM Hukum.
