
Depok, 7 April 2026 — Suasana hangat bercampur haru menyelimuti kegiatan Penghantar Purnabhakti Bapak Tejo Harwanto, mantan Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional BPSDM Hukum. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu menjadi ruang penghormatan atas dedikasi, pengabdian, serta legasi yang telah ditorehkan beliau selama perjalanan kariernya di Kementerian Hukum.

Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosok Tejo Harwanto bukan sekadar kolega, melainkan bagian dari keluarga besar yang telah lama dikenalnya sejak masa pendidikan kedinasan hingga perjalanan tugas di lapangan. Kedekatan personal tersebut membuat setiap kontribusi dan karakter kepemimpinan Tejo begitu membekas dalam perjalanan transformasi BPSDM Hukum.
“Pak Tejo adalah sosok yang disiplin, jujur, tegas, tetapi juga mampu membangun dinamika kerja yang sehat dan penuh dukungan. Apa yang beliau tinggalkan bukan hanya capaian, tetapi juga sistem dan budaya kerja yang harus terus kita lanjutkan,” ujar Gusti Ayu.
Ia menambahkan, kehadiran Tejo Harwanto menjadi salah satu penguat penting dalam masa transisi dan percepatan kinerja BPSDM Hukum. Berbagai inovasi, termasuk penguatan metode pembelajaran digital melalui Community of Practice (CoP), disebut sebagai salah satu legasi yang kini telah diadopsi luas dan menjadi model pembelajaran modern di lingkungan kementerian dan lembaga.

Momen penghormatan semakin terasa ketika Sekretaris BPSDM Hukum Jusman, Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan Mutia Farida, serta Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Eva Gantini secara bergantian menyampaikan pesan dan kesan.
Jusman mengenang Tejo sebagai pribadi yang hangat, akrab, dan menenangkan dalam berbagai situasi kerja. Menurutnya, gaya komunikasi Tejo yang santai namun tepat sasaran menjadi warna tersendiri di jajaran pimpinan tinggi pratama BPSDM Hukum.
Sementara itu, Mutia Farida menilai Tejo sebagai sosok yang selalu menghadirkan ketenangan dan menjadi rekan kolaborasi yang solid, terutama dalam berbagai program pelatihan lintas pusat. Kolaborasi antara pelatihan teknis dan fungsional yang terbangun selama ini, menurutnya, telah melahirkan sejumlah program unggulan yang diminati berbagai kementerian dan lembaga.
Nada emosional juga hadir dari Eva Gantini yang menyebut Tejo sebagai “penyejuk suasana dan panutan bersama”. Baginya, kehadiran Tejo cukup dengan senyum sederhana untuk membuat berbagai tantangan terasa lebih ringan dan terkendali.
Pada sesi sekapur sirih, Tejo Harwanto menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menutup masa pengabdiannya di BPSDM Hukum. Ia menyebut satu tahun lebih masa tugas di pusat pengembangan pelatihan fungsional sebagai fase yang sangat berkesan, karena diwarnai budaya kerja yang positif, kolaboratif, dan minim sekat antarsatuan kerja.
“Di sini saya merasakan komunitas yang sangat sehat. Budaya positif tumbuh, disiplin berjalan, dan semua orang bekerja dengan rasa malu jika tidak memberikan yang terbaik. Itu yang membuat saya bangga pernah menjadi bagian dari BPSDM Hukum,” ungkap Tejo.
Suasana haru mencapai puncaknya saat para pegawai Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional mempersembahkan penampilan khusus lagu Andaikan Kau Datang, yang sontak menghadirkan nuansa emosional di ruangan. Lirik lagu yang sarat makna perpisahan menjadi simbol rasa terima kasih dan penghormatan mendalam dari seluruh jajaran kepada sosok pemimpin yang dikenal hangat, disiplin, dan penuh teladan.
Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dan karikatur spesial kepada Tejo Harwanto, disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. Momen foto bersama pun menjadi penutup manis dari perjalanan purnabhakti yang tidak hanya menandai akhir masa tugas, tetapi juga mengabadikan legasi pengabdian yang akan terus hidup di BPSDM Hukum.
Purnabhakti Tejo Harwanto menjadi pengingat bahwa pengabdian terbaik tidak berhenti pada jabatan, melainkan terus hidup dalam sistem, budaya kerja, serta nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi penerus.



