
JAKARTA — 23 April 2026 Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar talkshow bertajuk The Post-Ramadan Reset “A New Commitment to Health” sebagai upaya memperkuat komitmen hidup sehat bagi perempuan pimpinan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja dan keseimbangan peran strategis di ruang publik dan keluarga. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan diikuti peserta dari berbagai daerah.

“Menjaga kesehatan bukan lagi suatu pilihan, tetapi menjadi kebutuhan utama agar kita dapat menjalankan peran secara optimal, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengelola keluarga,” ujar Presiden PIMTI Perempuan Indonesia 2026, Fajarini Puntodewi, dalam sambutannya.
Fajarini menegaskan, dinamika tugas pimpinan perempuan yang semakin kompleks menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima. Menurut dia, perempuan pemimpin memiliki peran ganda yang tidak dapat dipisahkan, sehingga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi menjadi kunci keberhasilan. Momentum pasca-Ramadan dinilai tepat untuk memperbarui komitmen tersebut melalui pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPSDM Hukum Gusti Ayu Putu Suwardani turut hadir sebagai anggota PIMTI Perempuan Indonesia. Kehadirannya mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendekatan kesehatan sebagai fondasi kinerja. Ia menilai forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif para pimpinan perempuan terhadap pentingnya menjaga keseimbangan hidup.
“Kesehatan menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi kinerja dan kualitas pelayanan publik. Komitmen ini perlu dibangun secara bersama dan berkelanjutan,” ujar Suwardani.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan jejaring dan kapasitas kepemimpinan perempuan melalui pendekatan yang lebih holistik. Selain halal bihalal dan peringatan semangat Kartini, forum ini menghadirkan edukasi kesehatan sebagai fondasi peningkatan produktivitas. Sepanjang kuartal pertama, PIMTI Perempuan Indonesia tercatat aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas yang berdampak luas dan mendapat eksposur publik.

Wakil Kepala BPKP, Agustina Arum Sari, dalam keynote speech menekankan pentingnya pendekatan berbasis akar masalah dalam menjaga kesehatan. Ia membagikan pengalaman pribadi dalam memperbaiki kondisi metabolisme tubuh sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas hidup dan kinerja. Menurutnya, perubahan gaya hidup, konsistensi, serta dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun kesehatan yang berkelanjutan.
“Komitmen hidup sehat harus diwujudkan dengan upaya nyata, bukan sekadar harapan. Kita perlu memahami akar persoalan kesehatan, bukan hanya mengatasi gejala,” ujarnya.
Pada sesi utama, narasumber dr. Bramantyo D. Marsetia, Sp.PD, memaparkan pentingnya pengelolaan sindrom metabolik sebagai isu kesehatan yang banyak dialami kelompok usia produktif. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa faktor seperti obesitas sentral dan gaya hidup sedentari menjadi pemicu utama yang harus ditangani melalui intervensi komprehensif, baik farmakologis maupun non-farmakologis seperti pengaturan diet dan aktivitas fisik.
Melalui kegiatan ini, PIMTI Perempuan Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan, tidak hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga kesehatan dan ketahanan diri. Upaya ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola organisasi yang lebih responsif dan berkelanjutan.
