
Depok — Pembina Apel Pagi Virtual Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Iwan Kurniawan, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama menekankan pentingnya pembentukan kebiasaan kerja efektif sebagai fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur. Melalui amanat yang disampaikan kepada seluruh jajaran, ia mengajak pegawai membangun pola pikir proaktif, kolaboratif, dan berorientasi tujuan guna memperkuat kualitas pelayanan publik, Jumat (10/04).
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tujuh kebiasaan ini penting untuk membentuk pribadi yang efektif, yang pada akhirnya akan memperkuat kualitas kerja organisasi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,” ujar Iwan dalam amanat apel pagi virtual, Jumat (10/4/2026).
Dalam amanatnya, Iwan menguraikan tujuh kebiasaan sukses pribadi yang diadaptasi dari pemikiran Stephen Covey, yakni bersikap proaktif, memulai pekerjaan dengan tujuan yang jelas, mendahulukan prioritas utama, membangun solusi yang saling menguntungkan, mengedepankan kemampuan mendengar, memperkuat sinergi, serta terus mengasah kapasitas diri. Menurut dia, prinsip-prinsip tersebut relevan untuk membentuk aparatur yang adaptif di tengah tuntutan birokrasi yang semakin dinamis.
“Kita perlu memulai setiap pekerjaan dengan tujuan yang jelas, menentukan prioritas, dan membangun sinergi agar hasil kerja tidak hanya selesai, tetapi benar-benar memberi dampak bagi organisasi dan masyarakat,” kata Iwan.
Ia menilai penguatan kapasitas aparatur tidak cukup hanya melalui aspek teknis pekerjaan, tetapi juga harus ditopang kebiasaan kerja yang membangun karakter profesional. Pola pikir yang terarah dinilai akan membantu setiap pegawai menjaga fokus pada sasaran organisasi sekaligus mempercepat kualitas hasil kerja yang berdampak bagi masyarakat.
Penekanan pada budaya proaktif, kemampuan menetapkan prioritas, serta semangat sinergi menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola organisasi. Melalui kebiasaan kerja yang efektif, setiap unit di lingkungan BPSDM Hukum diharapkan semakin siap mendukung pengembangan SDM hukum yang profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Secara lebih luas, pesan tentang tujuh kebiasaan sukses tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi birokrasi dimulai dari transformasi individu. Ketika setiap aparatur mampu membangun kebiasaan kerja yang efektif, dampaknya akan terasa pada peningkatan kinerja organisasi dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


