
Aceh Tamiang — Upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang mulai dilakukan secara bertahap. Pada hari ini, Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan pembersihan di sejumlah titik terdampak, dengan fokus awal pada fasilitas vital yang terdampak langsung bencana.
Pembersihan tahap awal difokuskan pada lingkungan Lapas Aceh Tamiang, khususnya area pelayanan serta rumah dinas pegawai yang masih tertutup lumpur dan puing-puing. Selain itu, taruna juga melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi, termasuk sekolah dasar, guna memulihkan fungsi dasar layanan dan aktivitas masyarakat.
“Kegiatan pembersihan ini menjadi fokus awal penanganan di lapangan. Kami memprioritaskan fasilitas vital agar aktivitas layanan dan kehidupan sehari-hari dapat segera berjalan kembali,” ujar Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani.
Kegiatan pembersihan saat ini masih dilakukan secara manual sambil menunggu dukungan alat berat berupa satu unit dump truck dan satu unit excavator. Kehadiran alat berat tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengangkutan lumpur dan material sisa bencana yang masih menumpuk di sejumlah titik.
Berdasarkan kondisi lapangan hari ini, lingkungan Lapas Aceh Tamiang dan rumah dinas pegawai masih memerlukan penanganan lanjutan. Rumah dinas pegawai menjadi salah satu prioritas agar hunian aparatur dapat segera difungsikan kembali dan mendukung kelancaran layanan pemasyarakatan.
Selain kegiatan pembersihan, hari ini juga dilakukan konsolidasi dan koordinasi lanjutan dengan Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri serta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dari hasil koordinasi tersebut disepakati bahwa apel bersama Taruna IPDN dan Taruna Poltekpin akan dilakukan disok hari Senin (12/01), sekaligus penyerahan alat kerja dari Rektor IPDN kepada Poltekpin, akan dilaksanakan esok hari di Posko Bencana.
Usai apel, para taruna dijadwalkan langsung bergerak ke lokasi terdampak untuk melanjutkan kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan secara terpadu.
Di lokasi lain, Taruna Jurusan Ilmu Pemasyarakatan dan Jurusan Imigrasi juga melaksanakan kegiatan pendukung di Lapas Narkotika Langsa. Kegiatan tersebut meliputi makan malam bersama serta pembagian perlengkapan pendukung guna menunjang kesiapan taruna dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami memastikan seluruh kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan tugas bencana. Kehadiran taruna diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana,” kata Gusti Ayu, Minggu (11/1).
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Poltekpin di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, dengan dukungan pemerintah daerah, satuan tugas bencana, serta jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian setempat.






