Berita BPSDM

Apel Virtual BPSDM Hukum Tekankan Integritas dan Profesionalisme dalam Budaya Kerja

Penulis: Mulyadi WhatsApp
Apel Virtual BPSDM Hukum Tekankan Integritas dan Profesionalisme dalam Budaya Kerja

BPSDM Hukum Kementerian Hukum menegaskan pentingnya budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan beretika melalui apel pagi virtual, Jumat (25/9/2026). Pembina apel, Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam Ivansyah, mengajak seluruh pegawai menerapkan komunikasi terbuka, tanggung jawab, kolaborasi, dan integritas sebagai bagian dari penguatan SDM untuk mendukung tata kelola pemerintahan serta pelayanan hukum yang semakin profesional dan berdampak bagi masyarakat.

DEPOK — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum menegaskan pentingnya penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan beretika untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan dalam apel pagi yang digelar secara virtual dan diikuti seluruh jajaran BPSDM Hukum, Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), serta Balai Pelatihan Hukum Semarang, Batam, dan Bitung, Jumat (25/9/2026).

“Budaya kerja yang baik dapat dibangun melalui integritas, profesionalitas, dan etika. Ketiganya menjadi kunci agar setiap pegawai mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” ujar Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam, Ivansyah Indra Zainal, selaku pembina apel.

Dalam amanatnya, Ivansyah mengajak seluruh pegawai mengenali green flag dan red flag dalam perilaku kerja sehari-hari. Menurut dia, komunikasi terbuka dan santun, profesionalitas dalam menjalankan tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta integritas dalam menggunakan kewenangan merupakan indikator penting terbentuknya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Sebaliknya, perilaku seperti menyebarkan informasi yang tidak benar, mengabaikan tanggung jawab, enggan membantu rekan kerja, mengambil kredit atas kerja tim, hingga memanipulasi informasi kepada pimpinan perlu dihindari. Pengenalan terhadap perilaku tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama agar setiap pegawai dapat menjaga kualitas hubungan kerja sekaligus kepercayaan dalam organisasi.

Ivansyah juga mendorong pegawai melakukan evaluasi diri secara berkala, antara lain dengan menghargai pendapat orang lain, terbuka terhadap kritik, bertanggung jawab atas kesalahan, menjaga kerahasiaan, menghargai waktu, memberikan apresiasi, membantu perkembangan rekan kerja, serta tetap profesional dalam menghadapi tekanan pekerjaan.

Penguatan budaya kerja tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM hukum yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan etika kerja yang kuat. Dengan lingkungan kerja yang kolaboratif dan berintegritas, pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang hukum diharapkan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Apel pagi tersebut diikuti jajaran Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat manajerial dan nonmanajerial BPSDM Hukum, Poltekpin, serta Balai Pelatihan Hukum Semarang, Batam, dan Bitung. Kebersamaan lintas unit kerja ini sekaligus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam membangun SDM hukum yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bagikan Berita