Semangat Kepahlawanan Jadi Landasan Peningkatan Kualitas SDM Hukum
BPSDM Hukum menggelar apel pagi secara daring pada Jumat (30/10/2026) yang diikuti seluruh pegawai, Pimpinan Tinggi Pratama, serta Balai Pelatihan Hukum Semarang, Batam, dan Bitung. Pembina apel, Dona Indra Wira, menegaskan bahwa integritas, kejujuran, dan disiplin merupakan fondasi utama aparatur profesional untuk meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola organisasi, serta mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan bertanggung jawab.
DEPOK — Semangat kepahlawanan perlu diwujudkan melalui dedikasi, integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Nilai-nilai tersebut menjadi landasan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) hukum dan mendorong pelayanan publik yang semakin profesional. Pesan tersebut disampaikan dalam apel pagi virtual BPSDM Hukum, Jumat (6/11/2026), yang diikuti pegawai dari seluruh unit kerja.
“Perjuangan ASN saat ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kebodohan dan ketertinggalan, birokrasi yang lamban, serta rasa malas. Perjuangan kita adalah bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kepala Balai Pelatihan Hukum Bitung, Sudarsono, selaku pembina apel.
Mengangkat tema Semangat Kepahlawanan di Era Modern, Sudarsono mengajak seluruh pegawai menjadikan momentum peringatan Hari Pahlawan sebagai refleksi untuk meningkatkan tanggung jawab dan kualitas pengabdian. Menurut dia, BPSDM Hukum memiliki amanah strategis sebagai dapur pencetak SDM hukum yang unggul, kompeten, dan berakhlak.
Ia menekankan tiga nilai kepahlawanan yang perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pertama, pengorbanan dan keikhlasan melalui dedikasi terbaik, pelayanan dengan sepenuh hati, serta mengutamakan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi. Setiap pekerjaan diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
Kedua, semangat pantang menyerah dan inovatif. Pegawai dituntut terus mengembangkan metode pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi. Pembaruan cara kerja menjadi bagian penting dalam memastikan program pengembangan kompetensi ASN tetap relevan dan mampu menjawab tantangan pelayanan hukum.
Ketiga, kolaborasi dan solidaritas. Sudarsono mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama, bukan pencapaian individu atau satu unit kerja semata. Sinergi antara BPSDM Hukum, Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin), serta Balai Pelatihan Hukum Semarang, Batam, dan Bitung menjadi modal penting untuk mewujudkan target organisasi secara berkelanjutan.
Apel pagi virtual tersebut diikuti jajaran Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat manajerial dan nonmanajerial, serta seluruh pegawai di lingkungan BPSDM Hukum, Poltekpin, dan Balai Pelatihan Hukum di tiga wilayah. Melalui kegiatan ini, BPSDM Hukum menegaskan komitmen membangun aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Semangat kepahlawanan diharapkan tidak berhenti sebagai nilai seremonial, tetapi tercermin dalam kinerja sehari-hari sebagai wujud pengabdian dan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.