
1. Penguatan Tata Kelola dan Akademik Poltekpin, Kepala BPSDM Hukum Dorong SDM Hukum Unggul dan Berdaya Saing
- Kepala BPSDM Hukum memimpin rapat penguatan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) sebagai langkah strategis dalam mendorong terwujudnya sumber daya manusia hukum yang unggul dan berdaya saing. Dalam arahannya, Kepala BPSDM Hukum menekankan pentingnya penataan tata kelola kelembagaan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel, disertai dengan kejelasan kualifikasi serta administrasi dosen. Hal ini menjadi fondasi utama dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan di lingkungan Poltekpin;
- Lebih lanjut, dalam rapat tersebut dibahas penguatan aspek akademik melalui peningkatan kapasitas dosen, pemenuhan jenjang jabatan fungsional, serta penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Kepala BPSDM Hukum menegaskan bahwa pengembangan ini harus berjalan seiring dengan integrasi Poltekpin ke dalam sistem Corporate University, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek formal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan kompetensi dan peningkatan kinerja ASN di lingkungan Kementerian Hukum;
- Sebagai penutup, Kepala BPSDM Hukum menegaskan komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui penguatan tata kelola dan akademik Poltekpin, diharapkan lahir SDM hukum yang profesional, adaptif, serta mampu memberikan layanan yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

2.Percepatan Corporate University : Kepala BPSDM Hukum Pimpin Penguatan Pembelajaran Berdampak dan Kinerja SDM Hukum
- Kepala BPSDM Hukum memimpin rapat percepatan penguatan Corporate University (CorpU) sebagai bagian dari strategi transformasi sumber daya manusia hukum di lingkungan Kementerian Hukum. Dalam rapat yang berlangsung di Depok tersebut, Kepala BPSDM Hukum, menegaskan bahwa pengembangan CorpU harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik. Hal ini didasarkan pada hasil self assessment yang menunjukkan tingkat kesiapan sebesar 72 persen atau berada pada kategori cukup siap, sehingga diperlukan langkah percepatan yang lebih terarah dan terukur;
- Dalam pembahasan rapat, terungkap bahwa fondasi sistem pembelajaran telah terbentuk dengan baik, terutama pada aspek infrastruktur, solusi pembelajaran, serta mekanisme umpan balik. Namun demikian, Kepala BPSDM Hukum menyoroti bahwa dampak pembelajaran terhadap kinerja aparatur masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada fokus pembelajaran yang lebih selaras dengan kebutuhan organisasi, serta optimalisasi fungsi riset pembelajaran berbasis data agar mampu menghasilkan evaluasi yang lebih akurat dan berorientasi hasil;
- Sebagai tindak lanjut, Kepala BPSDM Hukum mengarahkan penyusunan langkah prioritas melalui penyelarasan program pembelajaran dengan rencana strategis serta penguatan indikator kinerja berbasis outcome. Optimalisasi peran Learning Innovation and Research Centre menjadi kunci dalam mendukung evaluasi berbasis bukti, yang diiringi dengan integrasi pembelajaran ke dalam sistem penilaian kinerja pegawai. Selain itu, penguatan workplace learning serta peran pimpinan sebagai coach dan mentor turut ditekankan guna memastikan transformasi SDM hukum berjalan efektif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

3.Penguatan Kurikulum dan Konsolidasi Dosen : Kepala BPSDM Hukum Dorong Poltekpin Cetak SDM Hukum Unggul
- Kepala BPSDM Hukum memimpin kegiatan penguatan kurikulum dan konsolidasi dosen Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) sebagai langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia hukum yang unggul. Dalam arahannya, Kepala BPSDM Hukum menegaskan bahwa kesiapan kurikulum, standar operasional, serta kapasitas dosen menjadi faktor kunci dalam mendukung operasional program studi baru. Ia menekankan bahwa pembukaan program studi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi harus diiringi dengan kualitas pembelajaran yang mampu memberikan dampak nyata terhadap mutu lulusan;
- Dalam rapat tersebut, Kepala BPSDM Hukum juga menyoroti pentingnya proses integrasi dosen yang tengah berlangsung melalui koordinasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Penataan dosen lama ke dalam program studi baru dilakukan untuk menjaga kesinambungan mutu pembelajaran, sekaligus memperkuat fondasi kelembagaan melalui penyusunan statuta, peraturan direktur, serta standar operasional proses belajar mengajar. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan Poltekpin memiliki tata kelola yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan kompetensi hukum yang terus berkembang;
- Sebagai penutup, Kepala BPSDM Hukum mendorong terwujudnya kolaborasi dan kerja tim yang solid antar dosen dalam mendukung fase awal pengembangan institusi. Penguatan kompetensi dosen melalui pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi prioritas sebelum perkuliahan dimulai. Selain itu, percepatan program pelatihan Pekerti, Training of Trainers (ToT) teknis, serta penyiapan sarana prasarana dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran terus didorong, guna menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

4.Penguatan Sistem Informasi Terintegrasi: Kepala BPSDM Hukum Pimpin Rapat Layanan Pembelajaran Digital
- Kepala BPSDM Hukum memimpin rapat bersama Tim Sistem Informasi (Sisinfo) dalam rangka penguatan pengembangan aplikasi dan integrasi layanan pembelajaran berbasis digital di lingkungan BPSDM Hukum . Dalam arahannya, Kepala BPSDM Hukum menekankan pentingnya penyederhanaan akses layanan melalui satu sistem terintegrasi yang mampu menampilkan seluruh informasi pelatihan dan aplikasi secara terpadu. Ia menggarisbawahi bahwa pengembangan aplikasi harus berorientasi pada kemudahan pengguna, konsistensi penamaan, serta kesesuaian dengan kebutuhan masing-masing pusat agar mampu mendukung implementasi Corporate University secara optimal;
- Dalam pembahasan rapat, Kepala BPSDM Hukum juga menyoroti pentingnya integrasi sistem pembelajaran dengan sistem kepegawaian, termasuk pemanfaatan hasil uji kompetensi, rekomendasi pelatihan, dan data pengembangan SDM yang terhubung dengan SIMPEG. Selain itu, diperlukan perancangan sistem yang matang, baik dari sisi arsitektur aplikasi maupun kesiapan sumber daya manusia, mengingat keterbatasan tenaga programmer dan kompleksitas pengembangan aplikasi yang sedang berjalan. Oleh karena itu, opsi penggunaan konsultan serta peningkatan kapasitas tim melalui pelatihan teknis, seperti microservice, turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut;
- Sebagai tindak lanjut, Kepala BPSDM Hukum mengarahkan percepatan penyusunan rancang bangun sistem, penguatan data dukung, serta penyusunan rencana anggaran pelatihan guna mendukung implementasi superapps secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terukur sebagai dasar evaluasi dampak pembelajaran terhadap kinerja organisasi. Dengan langkah ini, diharapkan pengembangan sistem informasi BPSDM Hukum dapat berjalan lebih terarah, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan publik dan pengembangan SDM hukum yang profesional.

5.Apresiasi Pengabdian Tanpa Batas : Kepala BPSDM Hukum Hadiri Pengantar Purna Bhakti Bapak Tejo Harwanto
- Kepala BPSDM Hukum menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan Purna Bhakti Bapak Tejo Harwanto sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Hukum. Dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian beliau yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi serta pembangunan sumber daya manusia hukum;
- Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Hukum menyampaikan apresiasi yang tinggi atas integritas, loyalitas, serta komitmen Bapak Tejo Harwanto selama masa pengabdiannya. Nilai-nilai keteladanan, profesionalisme, dan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran, khususnya dalam menjaga kualitas kinerja dan semangat melayani masyarakat. Purna bhakti bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat;
- Sebagai penutup, Kepala BPSDM Hukum menyampaikan harapan agar silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dengan baik, serta mendoakan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan bagi Bapak Tejo Harwanto dalam menjalani masa purna tugas. Kepala BPSDM Hukum juga menekankan sekaligus memberikan apresiasi kepada Bapak Tejo yang dapat menyelesaikan pengabdian hingga memasuki masa purna bakti dengan penuh kebaikan dan selamat tanpa ada permasalahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh insan BPSDM Hukum untuk terus bekerja dengan dedikasi dan integritas tinggi, serta meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi institusi dan bangsa.