Menteri Hukum Beri Apresiasi Taruna Poltekpin: Jangan Pernah Merasa Jadi Orang Penting

BERITA BPSDM

 WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37 4

JAKARTA, 31 Januari 2026 – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) yang baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang.

Dalam acara ramah tamah yang berlangsung hangat di Graha Pengayoman Kementerian Hukum Jakarta, Menteri Hukum menekankan pentingnya pengabdian nyata di atas sekadar kecerdasan kognitif.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37 5

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya mengingatkan para taruna bahwa ilmu pengetahuan tanpa kepekaan sosial dapat menjadi alat keserakahan. Ia meminta para calon aparatur negara ini untuk menjaga integritas dan kerendahan hati.

"Pokoknya berhenti menjadi orang penting, karena itu penyakit hati. Itu yang harus kita lawan," tegas Supratman di hadapan ratusan taruna, sebagaimana dikutip dari naskah sambutannya, Sabtu (31/1/2026).

Beliau juga berpesan agar para taruna yang sudah menyandang status pegawai lewat ikatan dinas ini selalu berpihak pada masyarakat lemah. Menurutnya, kepuasan tertinggi seorang pelayan publik adalah mampu membuat masyarakat yang sedang kesusahan kembali tersenyum.

 WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.36.50

Senada dengan Menteri Hukum, Kepala BPSDM Hukum Gusti Ayu Putu Suwardani melaporkan kronologi misi yang melibatkan 119 taruna (77 dari jurusan Pemasyarakatan dan 42 dari Imigrasi).

Gusti Ayu menjelaskan bahwa misi ini adalah instruksi mendadak pada 7 Januari lalu, di mana para taruna yang sedang libur di Sumatera Utara rela membatalkan tiket kembali ke Jakarta demi bertolak ke Aceh Tamiang.

"Selama 12 hari kerja, mereka fokus pada pembersihan Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, sekolah SDIT Darul Muhsin, serta rumah dinas pegawai yang terdampak lumpur banjir," jelas Gusti Ayu. Ia juga melaporkan kondisi kesehatan tim yang sempat menghadapi kendala medis ringan hingga insiden Bell’s Palsy yang dialami salah satu taruna akibat kelelahan.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37

Dr. Syahrul Yuska, dosen pendamping yang juga putra asli Aceh, menyebut keterlibatannya dalam misi ini sebagai momen "menjemput takdir". Saat sedang cuti, ia terpanggil untuk memimpin anak didiknya di medan yang kritis.

"Saya sampaikan kepada mereka, pembina boleh sakit, dosen boleh sakit, tapi taruna tidak boleh sakit. Kita harus saling menguatkan," ujar Yuska. Ia memuji kolaborasi pimpinan pusat yang mempermudah koordinasi di lapangan yang sulit.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37 1

Perwakilan Pembina Taruna menceritakan betapa beratnya medan di lokasi. Meskipun air sudah surut 40 hari, lumpur tebal masih mengubur fasilitas umum.

"Setiap hari kami menempuh perjalanan satu jam menuju lokasi kerja. Kendala banyak, tapi semangat adik-adik taruna membuat semua terlewati. Ini adalah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi," ungkapnya.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37 2

Dua perwakilan taruna turut membagikan pengalaman unik yang tak terlupakan selama di lapangan,Thianto (Jurusan Ilmu Pemasyarakatan) Menceritakan keberanian rekan-rekannya saat menemukan ular kobra di kamar hunian lapas yang sedang dibersihkan. Selain itu, ia mengisahkan sikap rendah hati tim saat terjadi kesalahpahaman dengan anggota TNI di jalan. "Kami memilih jongkok untuk menunjukkan niat damai dan kerendahan hati," ceritanya.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.16.37 3

Sementara itu Albert Holy Siahaan (Jurusan Ilmu Keimigrasian) Mengaku sedih melihat mobil terbalik dan pohon tumbang di lokasi bencana. Namun, ia memetik pelajaran berharga yang tidak ada di buku kuliah. "Pelajaran memegang cangkul dan sekop itu tidak ada di kelas, kami mendapatkannya langsung melalui pengabdian ini," pungkasnya.
WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.29.27 3

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.29.27 4

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.29.27

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.29.27 1

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.29.27 2
Dalam acara tersebut turut hadir Pimti Madya kementrian Hukum dan Pimti Pratama BPSDM Hukum yaitu jusman selaku Sekretaris BPSDM Hukum, Mutia Farida selaku Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan serta Tejo Herwanto selaku Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional tidak ketinggalan Pimti POLTEKPIN serta jajaran.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 00.47.05

 

Cetak