Kepala BPSDM Hukum Pacu Jajaran Poltekpin Percepat Konsolidasi Kelembagaan

BERITA BPSDM

1

TANGERANG — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, mendorong jajaran Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) memperkuat konsolidasi internal guna mempercepat penataan dan penguatan kelembagaan. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Gedung Prof. Muladi, Poltekpin, Tangerang, Jumat (27/2).

Gusti Ayu menegaskan, percepatan konsolidasi diperlukan agar seluruh proses penyesuaian organisasi berjalan efektif, tertib, dan tetap berorientasi pada mutu pendidikan. Soliditas jajaran, menurut dia, menjadi kunci agar setiap tahapan dapat dilaksanakan secara terukur dan profesional.

“Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap cermat. Koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi fondasi agar seluruh agenda kelembagaan berjalan optimal,” ujarnya.

Dalam arahannya, ia meminta para pejabat lama dan baru terus memperkuat sinergi, khususnya dalam penataan administrasi akademik, tata kelola sumber daya manusia, serta penyelarasan sistem pendukung pembelajaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan proses pendidikan para taruna tetap berjalan lancar.

Sekretaris BPSDM Hukum, Jusman, menambahkan bahwa konsolidasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga diperluas lintas kementerian. Menurut dia, koordinasi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan dilakukan untuk membahas teknis migrasi data mahasiswa yang direncanakan pada tahap berikutnya.

“Langkah ini penting agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi nasional,” ujar Jusman.

Direktur Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Sigit Purnomo, menyampaikan komitmennya untuk mendukung percepatan konsolidasi tersebut. Ia menyatakan kesiapan jajarannya untuk bekerja secara kolaboratif dalam mendukung penguatan kelembagaan pendidikan vokasi di bidang hukum.

“Kami siap berkolaborasi dan memastikan seluruh proses berjalan baik. Prinsipnya, kita membangun bersama demi kualitas pendidikan yang semakin kuat,” ujarnya.

Selain aspek tata kelola, Suwardani turut mengingatkan pentingnya penguatan pembinaan dan karakter taruna sebagai calon aparatur masa depan. Proses pendidikan, kata dia, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan integritas, disiplin, dan etika.

Ia menilai capaian Poltekpin dalam pengembangan program studi dan tata kelola pendidikan selama ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih maju. Karena itu, konsolidasi kelembagaan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat fondasi institusi.

“Kita adalah satu keluarga besar. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, saya optimistis Poltekpin akan semakin kokoh dan adaptif menghadapi tantangan ke depan,” kata Suwardani.

Kegiatan ini juga diikuti oleh para Pejabat Struktural Politeknik Pengayoman Indonesia yang baru saja dilantik, sebagai bentuk soliditas dan komitmen bersama dalam membangun tata kelola kelembagaan yang semakin adaptif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

2

3

4

5

6

7

8

9

Cetak