
Depok — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum menggelar upacara bendera pada Senin pagi di halaman kantor BPSDM Hukum. Upacara dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional Tejo Harwanto dan disaksikan oleh pejabat pimpinan tinggi pratama, para pegawai, CPNS, PPPK, serta peserta pelatihan Training of Facilitator (TOF) KUHP. Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia juga turut hadir sebagai peserta upacara. Bertempat di Lapangan Kampus Penganyoman Pancasila Senin (24/11).

Dalam amanatnya, Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Fungsional menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif guna membentuk pegawai teladan di lingkungan birokrasi, termasuk Kementerian Hukum.“Organisasi bisa menciptakan pegawai yang memiliki inovasi dan teladan bukan hanya melalui aturan, tetapi melalui lingkungan kerja positif dan dukungan pengembangan karir,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif menjadi faktor utama pendorong kinerja ASN. Ia menekankan pentingnya interaksi sehat antarpegawai serta budaya diskusi untuk mencari penyelesaian masalah, bukan sekadar saling mengkritik.“Interaksi harus kondusif, tidak gibah, dan berfokus pada solusi. Jika ada kekurangan, ingatkan dengan etika, karena mengingatkan berarti kita peduli,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan reward and punishment yang jelas dan berkelanjutan untuk menjaga motivasi kinerja.“Penghargaan sekecil apa pun berarti, cukup ucapkan terima kasih atau ‘good job’. Evaluasi pun tidak harus setahun sekali, bisa tiga atau enam bulan sekali,” tambahnya.

ia menyebut komitmen pemerintah, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan peningkatan kesejahteraan ASN melalui reformasi birokrasi, termasuk pengembangan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan penyesuaian tunjangan.Selain itu, ia menjelaskan pentingnya manajemen talenta sebagai sistem yang menempatkan pegawai sesuai kompetensi jabatan serta memberikan peluang karier yang jelas.“Bayangkan kalau seseorang bertahun-tahun tidak naik jabatan. Sulit bagi mereka untuk menjaga motivasi. Karena itu manajemen talenta dan coaching–mentoring harus berjalan,” tegasnya.
Kepala Pusat juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan berjenjang, termasuk kesempatan studi luar negeri melalui beasiswa sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas SDM hukum.Namun ia menegaskan bahwa pengembangan kompetensi harus sejalan dengan komitmen pengabdian kepada negara.“Saya tanamkan, pengabdian kepada bangsa dan negara adalah cara terbaik membalas kesempatan yang diberikan. Jangan sampai setelah diberi kesempatan belajar dan berkembang, justru memilih pergi dan meninggalkan negeri,” ujarnya.
Pada akhir amanatnya, ia mengajak seluruh ASN untuk menanamkan cinta tanah air melalui kinerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.“Yang kita lakukan harus menjadi harapan masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
