
Depok — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum menggelar apel virtual yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelatihan Fungsional, Tejo Harwanto, pada Jumat (28/11). Apel ini diikuti oleh Pimti Pratama, para Kepala Balai Diklat, pejabat manajerial dan non-manajerial, serta PPPK dan CPNS BPSDM Hukum. Dalam arahannya, Tejo menekankan pentingnya konsistensi evaluasi, pengembangan kompetensi, dan peningkatan kualitas hidup pegawai sebagai fondasi pelayanan publik yang semakin profesional.

"Melalui pendekatan Open the Window, saya meminta seluruh satuan kerja untuk meninjau kembali pelaksanaan kegiatan masa lalu, evaluasi ini harus mencakup perencanaan, penyelenggaraan, penganggaran, hingga pelaporan, sehingga capaian tahun 2025 dapat menjadi dasar kuat dalam menyusun program 2026.”, ujarnya.
Tejo juga menyoroti pentingnya program magang pasca pelatihan sebagai instrumen penguatan kompetensi peserta. “Kami mendorong agar program magang pasca pelatihan dapat dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan,” ujar Tejo. “Magang ini bukan hanya memperkuat kemampuan peserta secara aplikatif, tetapi juga dapat menjadi solusi untuk menutup kekurangan tenaga terampil di berbagai instansi pemerintah.” Ia menambahkan bahwa durasi magang idealnya dapat mencapai enam bulan atau lebih agar manfaatnya dirasakan secara maksimal oleh peserta maupun instansi penempatan.

Mengakhiri arahannya, Tejo mengajak seluruh pegawai untuk memperhatikan lima prinsip peningkatan kualitas hidup, yakni: terus belajar, bekerja, dan berprestasi; mengelola keuangan dengan bijak dan sederhana; menerapkan pola hidup sehat; membangun mental positif yang berani menghadapi tantangan; serta senantiasa menerima dan bersyukur atas hasil yang diperoleh. Menurutnya, lima prinsip tersebut bukan hanya relevan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga menjadi penopang penting profesionalitas ASN.
Melalui apel virtual ini, BPSDM Hukum kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi aparatur secara menyeluruh.
