80 Tahun Pengayoman, Hukum Harus Hadir untuk Rakyat

BERITA BPSDM

IMG 3789 *Jakarta* — Kementerian Hukum menggelar upacara peringatan Hari Pengayoman ke-80 di Lapangan Kementerian Hukum, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian Hukum dan tamu undangan, termasuk Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani.

Dalam amanatnya, Supratman menekankan bahwa usia delapan dekade Pengayoman harus menjadi momentum refleksi. “Delapan puluh tahun adalah waktu yang panjang. Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi titik refleksi: apakah hukum sudah benar-benar hadir memberi rasa aman, adil, dan pasti bagi rakyat,” ujarnya.

Mengusung tema “Menjaga Warisan Bangsa, Mewujudkan Reformasi Hukum untuk Menyongsong Masa Depan”, Supratman menegaskan pentingnya menjaga hukum tetap berpijak pada Pancasila dan keadilan sosial, sekaligus adaptif terhadap tantangan digitalisasi, globalisasi, dan demokratisasi.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian Kementerian Hukum, mulai dari pencapaian Indeks Reformasi Hukum 2024 yang meraih nilai sempurna, peningkatan akses bantuan hukum melalui lebih dari 7.200 Posbakum Desa/Kelurahan, hingga melonjaknya permohonan kekayaan intelektual. Selain itu, peresmian Kampus Pengayoman Pancasila disebut sebagai langkah strategis menyiapkan insan hukum berdaya saing global.

Meski demikian, Supratman mengingatkan masih banyak tantangan, seperti tumpang tindih regulasi, rendahnya literasi hukum, dan belum optimalnya penegakan hukum kekayaan intelektual.

Menutup amanatnya, ia menitipkan empat pesan penting: menjaga integritas, menghasilkan kebijakan yang bermanfaat, memberikan pelayanan prima, dan melakukan evaluasi berkelanjutan. “Pengayoman hadir untuk rakyat, hukum tegak untuk Indonesia maju,” kata Supratman menegaskan.
IMG 3852

IMG 4042

Cetak